Kisah Inspiratif Wawamart, Memulai Usaha di Situasi Sulit

Kak Nia bersama suami, membangun Wawamart di masa sulit. foto akun IG pribadi

Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada setiap aspek kehidupan, termasuk ekonomi dan bidang usaha. Para pelaku usaha dituntut beradaptasi untuk bisa bertahan. Bahkan tak jarang mereka harus merubah haluan. Mengganti jenis usaha atau menyesuaikan dengan tatanan kehidupan masyarakat yang juga berubah.

Seperti yang dilakukan Owner Wawamart Pontianak. Kak Nia sapaan akrabnya bercerita, Wawamart lahir justru di saat awal pandemi Covid-19 melanda beberapa bulan lalu. Sebelumnya ia memiliki usaha jual pakaian. Namun di masa pandemi, barang dagangannya sulit terjual.

Ikan teri yang dipilih langsung oleh owner sebelum dijual. foto IG @wawamart.id

Adanya wabah virus yang menjadi bencana nasional bahkan dunia ini, membuat semakin banyak orang memilih bertahan di rumah. Secara umum pakaian tentu menjadi kebutuhan yang belum begitu mendesak bagi masyarakat.

“Jadi pas zaman corona hanya golek-golek (nganggur) saja di rumah, sampai akhirnya kepikiran buat Wawamart,” kata Kak Nia.

Kebijakan pembatasan sosial di masa pendemi membuat sebagian besar orang memilih melakukan pekerjaan hingga berbelanja secara daring. Termasuk untuk kebutuhan makanan sehari-hari. Dimana kebutuhan tersebut tidak bisa ditunda-tunda, namun di sisi lain ada kekhawatiran orang untuk keluar rumah berbelanja di pasar.

Saat itulah Kak Nia hadir menawarkan konsep menjual bahan kebutuhan pokok yang segar-segar namun secara online. Lewat akun instagramnya @wawamart.id berbagai jenis bahan makanan ia jual. Pembeli cukup memesan lewat DM dan barangnya bisa di antar langsung ke rumah oleh kurir.

Kak Nia tidak hanya sembarang menjual produk-produk pilihan yang umumnya dijumpai di pasar tapi juga membranding ulang dan mengemasnya menjadi kekinian. Seperti ikan teri, telur ayam, ikan asin, terasi, bakso, bumbu-bumbu dapur serta olahan makanan tradisional lainnya dikemas lebih menarik. Termasuk juga sayur, buah-buahan, daging segar, frozen food dan lain sebagainya.

Produk olahan lokal yang tidak memiliki merek menjadi lebih berkelas setelah dilabeli brand Wawamart ini. Tapi tak hanya itu, Kak Nia juga terbuka membantu merek-merek produk UMKM atau industri rumah tangga yang sudah ada untuk dijual dan dipromosikan lewat @wawamart.id. “Jadi kami istilahnya juga ikut memberdayakan dan membantu pemasaran dari UMKM lokal yang ada,” ujarnya.

Terbukti usahanya ini mulai ramai sejak awal dibuka. Dari yang tidak memiliki kurir, sampai memiliki kurir yang harus mengantar sebanyak tiga sif sehari. Pagi, siang hingga malam, pesanan terus masuk ke DM instagramnya. Bahkan Kak Nia bercerita pernah suatu waktu ada kurir yang sampai menyerah karena dalam satu hari terlalu banyak pesanan yang harus diantar.

Kak Nia tidak hanya sembarang menjual produk-produk pilihan yang umumnya dijumpai di pasar tapi juga membranding ulang dan mengemasnya menjadi kekinian. Seperti ikan teri, telur ayam, ikan asin, terasi, bakso, bumbu-bumbu dapur serta olahan makanan tradisional lainnya dikemas lebih menarik. Termasuk juga sayur, buah-buahan, daging segar, frozen food dan lain sebagainya.

Dengan hadirnya Wawamart, masyarakat mendapat kemudahan untuk belanja produk lokal kebutuhan sehari-hari, cukup dengan membuka telepon pintar. “Mungkin karena corona, orang-orang tidak mau keluar rumah, jadi banyak yang pesan minta antar,” ceritanya.

Baru berjalan beberapa bulan, kini @wawamart.id sudah memiliki pengikut di instagram hampir 14 ribu. Dan dengan mulai longgarnya pembatasan sosial serta aktivitas masyarakat yang perlahan pulih, Wawamart hadir dengan store offline di Jalan Urai Bawadi No.38 C, persis di depan Masjid Ash Solihin, Kota Pontianak.

Di sana pembeli bisa datang langsung dan memilih sendiri barang-barang kebutuhan yang diinginkan. Branding Wawamart yang sudah cukup kuat di online, ternyata berdampak positif terhadap toko yang baru saja dibuka Kak Nia ini. Dalam sehari orang yang berbelanja langsung datang ke sana bisa sampai 40 orang. “Itu yang benar-benar beli 40 orang, kan ada juga yang datang hanya lihat-lihat atau mencari sesuatu tapi barangnya tidak ada,” terangnya.

Sampai-sampai Wawamart kini bisa diibaratkan seperti pusat oleh-oleh khas daerah. Banyak orang yang ingin pergi ke luar kota atau luar daerah, selalu membeli buah tangan di Wawamart.

Salah satu produk yang dijual di Wawamart dipilih dengan kualitas baik. foto IG @wawamart.id

Sementara untuk penjualan secara online menurutnya sudah tidak sekencang dulu. Pembeli kebanyakan lebih memilih datang langsung, terkecuali memang pesanan-pesanan dari luar kota yang harus dikirim. Saat ini Wawamart hanya memiliki satu kurir yang siap mengantar pesanan dari pagi sampai sore.

Nah bagi kalian sahabat Hobby Makan yang penasaran dengan produk-produk Wawamart, bisa langsung saja kepoin instagramnya di @wawamart.id Kalian bisa pesan bahan makanan yang diinginkan secara online atau datang langsung ke store-nya! (tim)

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Kirim komentar

Postingan Terbaru

Fanspage

Nantikan terus informasi terbaru dari hobbymakan.asia

Website referensi kuliner para sahabat

To Top