Lima Warung Kopi Tradisional yang Masih Eksis di Kota Pontianak

Warkop Suka Hati

Sahabat yang berkunjung ke Kota Pontianak, belum sah jika belum mencoba kongko-kongko di warung kopi (warkop). Selain dikenal dengan kota seribu parit, ibu kota provinsi Kalimantan Barat ini juga dikenal sebagai kota seribu warung kopi. Hampir di setiap ruas jalan, sahabat bisa temukan warkop, terutama di bilangan Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura.

Dalam beberapa tahun belakangan, usaha warkop di Pontianak terus menjamur. Minuman kopi yang dijual juga semakin bervariasi atau yang dikenal dengan kopi-kopi kekinian. Dimana mulai dari gerai, proses pemanggangan dan penyajian kopinya sudah menggunkan alat-alat modern.

Di tengah masifnya kedai-kedai kopi modern bermunculan, kedai kopi tradisional rupanya masih punya tempat di hati masyarakat. Tak hanya orang tua, anak-anak muda masa kini juga tetap menggadrungi warkop-warkop tradisional.

Berikut lima warkop tradisional Kota Pontianak yang masih tetap eksis dan ramai dikunjungi versi Hobby Makan :

1. Warkop Asiang

Warkop Asiang

Warkop yang berlokasi di Jalan Merapi ini sudah berdiri sejak 1958 lho. Sampai saat ini Warkop Asiang masih eksis dan ramai dikunjungi oleh para penikmat kopi. Sejak pagi tempat ini selalu ramai. Warkop Asiang sudah sangat terkenal bahkan hingga mancanegara. Terutama tentang sosok Pak Asiang si peracik kopi yang selalu bertelanjang dada. Semua proses pembuatan kopi di sana masih mempertahankan cara-cara tradisional.

2. Aming Coffee

Aming Coffee

Tempat ngopi yang satu ini tak kalah legendarisnya dari Warkop Asiang. Aming Coffee pertama kali membuka kedainya di Jalan H Abbas sejak 1970. Usaha turun temurun itu kini semakin berkembang. Aming Coffee telah membuka beberapa gerai kopi modern di luar Kota Pontianak dan Pulau Jawa. Meski demikian Aming Coffee tetap mempertahankan ciri khas pembuatan kopinya secara tradisional. Sahabat yang kebetulan datang ke Pontianak wajib mencoba menu kopi hitam saring dan kopi susu saringnya.

3. Warkop Suka Hati

Terletak di Jalan Tanjungpura, warkop yang satu ini sudah berdiri sejak 1942. Hingga kini Warkop Suka Hati masih ramai dikunjungi, mulai dari remaja, orang dewasa sampai tua. Bangunannya masih otentik dengan ciri khas rumah toko zaman dulu. Sahabat bisa datang ke sana pagi atau sore hari dan jangan lupa rasakan kopi susu bersama kudapan pisang dan talas srikaya yang menjadi menu favorit di sana.

4. Warkop Djaja

Hanya beberapa langkah dari Warkop Suka Hati sahabat bisa temukan warkop tradisional yang tak kalah uniknya. Namanya Warkop Djaja, usia warkop ini diperkirakan sudah mencapai lebih dari 80 tahun. Hingga kini Warkop Djaja masih tetap eksis dan selalu ramai dikunjungi. Menu favorit di sana mirip dengan Warkop Suka Hati, yakni kopi susu dan pisang srikaya. Tapi sahabat bisa rasakan sendiri perbedaannya, karena masing-masing dari kedua warkop ini memiliki ciri khas rasa tersendiri.

5. Warkop Winny

Warkop Winny

Terakhir ada Warkop Winny. Meski terbilang cukup baru, dibuka sekitar tahun 2001, warkop ini tetap mempertahankan racikan kopi secara tradisional. Setiap pagi dan sore, Warkop Winny selalu ramai dipadati pengunjung terutama anak-anak muda. Selain menikmati kopi, di warkop yang terletak di Jalan Gajah Mada ini, sahabat juga bisa mencoba beragam gorengan. Ada bakwan, tahu dan ubi goreng yang menjadi menu favorit di sana.(tim)

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Kirim komentar

Nantikan terus informasi terbaru dari hobbymakan.asia

Website referensi kuliner para sahabat

To Top