Makna dari Makanan Khas Imlek ‘Kue Keranjang’

Kirim stiker yuk..
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tahun Baru Imlek selalu identik dengan makanan khas Tionghoa. Salah satu kudapan yang sering ditemukan di momen ini adaah kue keranjang. Nah tahukah sahabat seperti apa sejarah dari kue yang juga sering disebut dengan dodol cina ini? Berikut penjelasan dari pemerhati sejarah asal Pontianak, Syafaruddin Usman :

Kue keranjang tak hanya ada di Indonesia. Di Singapura dan Malaysia, kue keranjang juga ada, namun tak sepopuler di Indonesia. Namanya juga beragam. Ada yang menyebutnya kue bakul atau dodol cina.

Kue lengket manis ini terbuat dari ketan dan gula. Di negeri asalnya, ia disebut bernama ‘Nian Gao (Nien Kau)’ atau nama lain dalam dialek Hokkian disebut ‘Thi Kue’, atau kue manis.

Di Indonesia disebut kue keranjang, karena dulunya untuk mencetak kue ini menggunakan keranjang-keranjang kecil, yang terbuat dari anyaman rotan. Sebagian lidah menyebutnya kue ranjang kependekan dari keranjang.

Dalam penyebarannya kemudian, menjadi penganan khas banyak daerah, yang punya kekhasan masing-masing. Disebut juga dengan dodol dan jenang.

Kue keranjang hanya marak menjelang dan saat Tahun Baru Imlek dan akan hilang dari pasaran setelah kemeriahan ‘lebaran’ Tionghoa berlalu.

Di dalam sekeping kue keranjang, ternyata mengandung makna yang sangat mendalam, terutama makna kebersamaan, sama persis seperti pemaknaan Dodol Betawi.

Kue keranjang merupakan produk ikatan sosial yang kuat di tengah masyarakat, Tionghoa khususnya, karena pembuatannya sedikit rumit dan sulit.

Adonan dimasak dalam kuali besar, di atas tungku kayu dengan api yang tidak terlalu besar, dan tidak pula terlau kecil. Harus dengan kayu bakar untuk mendapatkan panas api yang pas dan rasa legit dodol.

Adonan kue keranjang harus diaduk selama beberapa jam, nonstop, tidak boleh berhenti. Karena jika berhenti, tekstur yang diharapkan tidak tercapai, bahkan kue keranjang akan mengeras dan rasa tidak merata.

Saat ini, serupa juga dodol lainnya, kue keranjang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Pontianak, Singkawang, dan wilayah lain di Kalimantan Barat.

Dari negeri asalnya kue keranjang yang bernama Nian Gao yang tawar, kemudian berkembang di ‘Negeri Selatan’ menjadi rasa manis dengan keunikan bentuknya.(tim)

Kirim komentar

Terima kasih telah membaca Hobbymakan.asia.

Dapatkan informasi terkini, inspirasi dan insight di email sahabat.

To Top