Berkunjung ke Dashat, Dapat Edukasi dari Kepala BKKBN RI

Kirim stiker yuk..
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Baru-baru ini Hobby Makan dapat kesempatan spesial. Yaitu bertemu dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo di Kampung KB Kapuas Ceria di pinggiran Sungai Kapuas, Kota Pontianak. Di sana ada yang namanya Dapur Sehat Untuk Mengatasi Stunting atau disingkat Dashat.

Di dapur tersebut dimasak beragam makanan bergizi yang lengkap. Ada makanan untuk ibu hamil, makanan balita usia 6-9 bulan, anak usia 12-24 bulan dan seterusnya. Keberadaan Dashat di masyarakat merupakan salah satu program BKKBN yang sangat dibutuhkan agar anak-anak di sekitar terbebas dari stunting.

Stunting sendiri, seperti dijelaskan Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo adalah anak yang punya tiga kelemahan. Yaitu pendek, tidak cerdas dan mudah sakit-sakitan. Seseorang yang mengalami stunting pasti bertubuh pendek, tapi sebaliknya seseorang yang pendek belum tentu semuanya stunting.

Stunting sangat dipengaruhi oleh asupan gizi. Maka dari itu kondisi anak yang mengalami stunting akan berpengaruh hingga dewasa dan tua. Jika dari kecil seseorang sudah mengalami stunting, di usia tua yang bersangkutan juga akan kerap mengalami sakit-sakitan.

Saat bertemu Bang Evan, Pak Hasto Wardoyo berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, jangan sampai mengalami stunting. Itu agar masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa tetap sehat, cerdas dan tidak gampang sakit-sakitan.

Menurut Pak Hasto stunting bisa dicegah dengan tiga cara. Pertama dengan sering memakan protein hewani, seperti ikan, telur dan lainnya. Kedua anak usai di bawah dua tahun jangan gampang sakit-sakitan, maka harus mendapat imunisasi yang lengkap. Lalu yang ketiga jangan sampai anak-anak stres. Anak-anak harus selalu dibuat bahagia oleh orang tua dan lingkungannya.

Pencegahan anak stunting juga bisa dimulai dari orang tua. Ibu yang layak atau memenuhi sayarat untuk mengandung (hamil) harus sehat. Bisa dilihat dari ukuran diameter lengan si ibu, minimal harus 23 sentimeter. Selain itu juga harus ada pemeriksaan darah untuk si calon ibu. Kandungan Hemoglobin (Hb) ibu tidak boleh kurang dari 11,5. Jika di bawah angka tersebut artinya si ibu mengalami anemia. Hal-hal ini penting diperhatikan agar anak yang dilahirkan sehat dan tidak mengidap stunting.

Terkahir Bang Evan mau menyampaikan, Salam BKKBN, Hidup Berencana Itu Keren. Semoga informasi ini bermanfaat untuk sahabat semua. Terutama kepada calon-calon orang tua, sehingga bisa melahirkan anak-anak yang sehat.(tim)

Kirim komentar

Terima kasih telah membaca Hobbymakan.asia.

Dapatkan informasi terkini, inspirasi dan insight di email sahabat.

To Top