Borong Tiga Ribu Tusuk Sate Basreng untuk Tiga Hari!

Kirim stiker yuk..
+1
1
+1
1
+1
3
+1
1
+1
5
+1
7

Di Alun-alun Kidul, Yogyakarta, Hobby Makan bertemu dengan penjual basreng keliling yang menggunakan gerobak pikul. Jajanan anak SD seperti ini terbilang jadul, bahkan menggorengnya masih menggunakan kompor minyak tanah. Penjualnya bernama Pak Tahrir asal Brebes, Jawa Tengah.

Bahan dasar jajanan ini menggunakan daging ayam yang ditusuk lidi tusukan sate berukuran kecil-kecil. Sebelum digoreng, satenya dicelupkan ke dalam kocokan telur terlebih dahulu. Setelah digoreng, kemudian di makan menggunakan saus sambal, bubuk cabai dan kecap.

Rasanya ternyata enak, lembut dan gurih. Dimana dalam satu hari, Pak Tahrir biasa membawa sampai seribu tusuk untuk dijual. Agar Pak Tahrir yang sudah berjualan basreng sejak tahun 90-an itu semakin semangat, Hobby Makan borong sampai tiga hari untuk dibagi-bagikan gratis.

Per harinya ada seribu tusuk yang dibeli seharga Rp300 ribu. Selama tiga hari, Pak Tahrir sudah tidak perlu lagi menerima uang dari pembeli. Ia cukup membagi-bagikan dagangannya seribu tusuk per hari kepada siapa saja yang ditemui di sana.(tim)

Kirim komentar

Terima kasih telah membaca Hobbymakan.asia.

Dapatkan informasi terkini, inspirasi dan insight di email sahabat.

To Top